Tantangan 21,5% dan Upaya Penurunan di Riau

·

·

Prevalensi stunting nasional Indonesia mencapai 21,5% berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, dengan target 2025 diturunkan menjadi 18% melalui intervensi gizi ibu hamil dan balita. Di Provinsi Riau, termasuk Pekanbaru, masalah pelayanan kesehatan ibu-anak dipengaruhi perilaku masyarakat seperti praktik gizi salah dan akses layanan terbatas. Neonatal mortality di Pekanbaru naik menjadi 115 kasus pada 2020, menandakan urgensi skrining dini dan praktik klinik.

Penyebab Utama Stunting dan Kematian Ibu-Anak

Faktor risiko meliputi gizi buruk selama kehamilan, kelahiran prematur, dan infeksi non-obstetri yang mendominasi 29% kematian ibu. Di Riau, kematian ibu semester I 2023 capai 46 kasus, sementara kematian bayi 248, meski turun dari tahun sebelumnya. Kehamilan ektopik di Pekanbaru peringkat ketujuh dari 15 kasus maternal mortality.

Strategi Pencegahan Berbasis Komunitas

Program makan bergizi gratis dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting targetkan ibu hamil serta balita untuk capai SDGs 12 per 1.000 kelahiran hidup pada 2030. Penguatan puskesmas dengan praktik klinik dan pengabdian masyarakat tingkatkan deteksi dini di Pekanbaru. Inovasi bidan muda via penelitian dan kemitraan rumah sakit dukung penurunan AKI 305 per 100.000 kelahiran hidup.

Peran Bidan dalam Mengatasi Krisis Gizi

Bidan profesional beri konseling karir, pelatihan laboratorium, dan pelayanan komprehensif antenatal hingga nifas. Kolaborasi lintas sektor kurangi weight faltering dan tingkatkan praktik ASI eksklusif. Lulusan siap kerja kontribusi nyata cegah stunting dan maternal mortality melalui kurikulum berbasis kompetensi



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *