Peran Bidan Laksamana dalam Mitigasi Risiko Karhutla

·

·

Riau sering dihadapkan pada bencana lingkungan tahunan berupa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang menghasilkan kabut asap tebal. Asap ini mengandung partikel halus berbahaya seperti PM2.5, yang dapat menembus paru-paru dan masuk ke aliran darah. Permasalahan hari ini adalah: Paparan kronis dan akut terhadap asap Karhutla pada ibu hamil telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, hipertensi gestasional, dan yang paling kritis, Berat Badan Lahir Rendah (Low Birth Weight) dan kelahiran prematur karena gangguan oksigenasi janin.

Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru (Akbid Dharma Husada PKU) menyadari bahwa di wilayah rentan Karhutla, bidan harus memiliki peran ganda: sebagai praktisi klinis dan Edukator Bencana Lingkungan. Kami berkomitmen menghasilkan lulusan yang siap menjadi First Responder Edukasi yang mampu memberikan informasi pencegahan yang tepat, melakukan skrining dini risiko respirasi pada ibu, dan memastikan kesehatan janin terlindungi selama periode bencana asap.


Tiga Kompetensi Utama Bidan Dharma Husada dalam Mitigasi Bencana Asap

Lulusan Akbid Dharma Husada dilatih untuk mengintegrasikan asuhan kebidanan dengan manajemen risiko lingkungan:

1. Edukasi dan Manajemen Kesehatan Respirasi Ibu Hamil

Bidan harus menjadi sumber informasi terpercaya tentang perlindungan diri dari asap.

  • Penggunaan Alat Pelindung Diri yang Tepat: Bidan dilatih untuk mengedukasi ibu hamil tentang pentingnya dan cara penggunaan masker N95 (bukan masker kain biasa) yang efektif untuk memfilter partikel PM2.5, serta kapan harus membatasi aktivitas di luar ruangan.
  • Tanda Bahaya Respirasi: Mampu melakukan skrining cepat dan mengidentifikasi tanda-tanda gangguan pernapasan akut (sesak napas, batuk parah) pada ibu hamil akibat paparan asap, dan segera merujuk ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi oksigenasi.

2. Pemantauan Pertumbuhan Janin dalam Kondisi Asap

Asap dapat memengaruhi suplai oksigen dan nutrisi janin.

  • Pemantauan Berat Badan Lahir: Bidan dilatih untuk memberikan perhatian ekstra pada pemantauan pertambahan berat badan ibu dan pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) selama masa Karhutla untuk mendeteksi dini indikasi hambatan pertumbuhan janin (Intrauterine Growth Restriction/IUGR).
  • Edukasi Peningkatan Nutrisi: Memberikan konseling tentang pentingnya asupan nutrisi dan cairan yang optimal, serta potensi suplementasi antioksidan (jika direkomendasikan dokter) untuk membantu melawan stres oksidatif akibat polutan asap.

3. Advokasi Komunitas dan Kesiapsiagaan Bencana

Bidan harus berperan aktif dalam menggerakkan kesiapsiagaan di tingkat Posyandu/Puskesmas.

  • Penyediaan Ruang Aman Komunitas: Mampu mengadvokasi dan berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk menyiapkan ‘Ruang Bersih’ (ruangan yang tertutup rapat dengan pembersih udara atau ventilasi minimal) sebagai tempat konsultasi atau istirahat bagi ibu hamil saat kualitas udara sangat buruk.
  • Protokol Kunjungan ANC Online: Mampu memanfaatkan layanan Tele-Midwifery (konsultasi telepon/video) untuk meminimalkan paparan ibu hamil yang berisiko tinggi saat indeks polusi udara sangat tinggi, sambil tetap menjaga kontinuitas asuhan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *