Sebagai mahasiswa kesehatan, kita sering terlalu fokus mempelajari anatomi atau farmakologi orang lain sampai lupa mengamati “laboratorium” paling penting: tubuh kita sendiri.
Pernahkah Anda merasa lelah yang tidak hilang meski sudah tidur 8 jam? Atau merasa sulit konsentrasi saat praktikum padahal baru saja minum kopi? Jangan-jangan, itu bukan sekadar malas atau burnout, melainkan sinyal biologis yang butuh perhatian segera.
1. Brain Fog: Ketika Otak Kehabisan “Bensin”
Mahasiswa sering mengandalkan karbohidrat cepat serap (seperti mie instan atau biskuit) saat begadang tugas. Akibatnya? Sugar crash. Lonjakan gula yang diikuti penurunan drastis membuat otak terasa “berkabut” atau brain fog. Solusi: Cobalah ganti cemilan dengan kacang-kacangan atau buah. Lemak sehat membantu membran sel saraf bekerja lebih cepat dalam mengirim sinyal—penting saat Anda harus menghafal nama-nama saraf yang rumit!
2. “Teknologi Neck”: Musuh Baru Calon Tenaga Medis
Menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar laptop atau ponsel untuk mencari jurnal kesehatan bisa menyebabkan ketegangan otot leher yang ekstrem. Hal ini sering memicu sakit kepala tegang (tension headache) yang sering disalahartikan sebagai stres kuliah. Tips: Gunakan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, lihatlah benda sejauh 20 kaki selama 20 detik untuk mengistirahatkan otot mata dan leher Anda.
3. Pentingnya “Social Charging”
Di DHPKU, kita belajar bahwa kesehatan bersifat holistik (menyeluruh). Kadang, obat terbaik untuk kelelahan akademik bukanlah tidur, melainkan interaksi sosial. Mengobrol dengan teman di kantin tanpa membahas tugas bisa memicu hormon oksitosin yang menurunkan kadar kortisol (hormon stres) secara signifikan.
4. Tidur Berkualitas vs Tidur Kuantitas
Bukan soal berapa lama Anda tidur, tapi seberapa dalam. Hindari paparan blue light dari ponsel 30 menit sebelum tidur. Biarkan melatonin Anda bekerja alami agar saat bangun besok pagi untuk kuliah pukul 08.00, sel-sel tubuh Anda sudah selesai melakukan regenerasi.
Kesimpulan: Jadilah Contoh Kesehatan yang Hidup
Dunia kesehatan butuh tenaga medis yang tidak hanya pintar secara teori, tapi juga mampu mengelola kesehatannya sendiri. Di Dharmas Husada Pekanbaru, kita tidak hanya belajar menyembuhkan, tapi juga belajar menjaga.
Ingat, Anda tidak bisa menuangkan air dari cangkir yang kosong. Jaga diri Anda terlebih dahulu agar Anda punya energi untuk menjaga orang lain nanti.



Leave a Reply