Lebih dari Fisik: Peran Bidan dalam Menjaga Kesehatan Mental Ibu Pasca-Persalinan

·

·

Setelah persalinan, fokus utama seringkali beralih sepenuhnya pada bayi. Namun, kondisi mental ibu yang baru melahirkan juga membutuhkan perhatian krusial. Perubahan hormonal, kurang tidur, dan tuntutan peran baru dapat memicu gangguan suasana hati pasca-persalinan, mulai dari baby blues ringan hingga depresi pasca-persalinan yang serius.

Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru menyadari bahwa bidan modern harus memiliki keahlian dalam asuhan psikososial. Kami menyiapkan lulusan D-III Kebidanan untuk menjadi penyaring (skriner) dan pendukung emosional pertama bagi ibu selama masa nifas.

1. Membedakan Baby Blues dan Depresi

Langkah pertama adalah mendiagnosis masalah dengan tepat. Baby blues adalah kondisi umum dan sementara, sementara Depresi Pasca-Persalinan (Postpartum Depression/PPD) adalah kondisi klinis yang lebih parah:

KondisiCiri UtamaPeran Bidan
Baby BluesMenangis, cemas, mudah marah; hilang dalam 2 minggu.Dukungan emosional, edukasi normalitas, penguatan support system.
Depresi Pasca-PersalinanGejala menetap > 2 minggu, kehilangan minat, pikiran menyakiti diri/bayi.Skrining menggunakan instrumen (seperti EPDS), rujukan segera ke psikolog/psikiater.

Mahasiswa AKBID Dharma Husada dilatih menggunakan alat skrining standar untuk mengidentifikasi ibu yang berisiko tinggi.


2. Asuhan Psikososial dalam Kunjungan Nifas

Setiap kunjungan nifas yang dilakukan bidan adalah kesempatan untuk menilai status mental ibu, bukan hanya kondisi fisik dan kesehatan jahitan.

  • Teknik Active Listening: Bidan dilatih untuk menjadi pendengar yang aktif dan empatik, memberikan ruang aman bagi ibu untuk mengungkapkan kecemasan dan kekhawatiran tanpa rasa dihakimi.
  • Edukasi Realistis: Memberikan ekspektasi yang realistis tentang pemulihan pasca-persalinan dan pengasuhan bayi, mengurangi tekanan untuk menjadi “ibu sempurna.”
  • Melibatkan Pasangan: Mengedukasi suami dan keluarga tentang tanda-tanda depresi pada ibu, serta cara memberikan dukungan praktis (membantu pekerjaan rumah, berbagi jam jaga bayi).

3. Kolaborasi Multidisiplin

Jika PPD didiagnosis, peran bidan adalah memastikan ibu mendapatkan penanganan yang tepat. Bidan Laksamana dibekali pengetahuan untuk:

  • Mekanisme Rujukan: Memahami alur rujukan ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental di Pekanbaru.
  • Pendampingan Berkelanjutan: Tetap memberikan asuhan fisik dan emosional dasar sambil ibu menjalani terapi dari profesional kesehatan mental.

AKBID Dharma Husada Pekanbaru mencetak bidan yang memiliki sensitivitas holistik, mengakui bahwa kesehatan seorang ibu adalah kesatuan antara fisik, emosional, dan sosial.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *