Teknologi akupresur digital muncul sebagai solusi non-farmakologis inovatif untuk meredakan nyeri persalinan tahap pertama dengan getaran frekuensi rendah pada titik Hegu. Alat ini mengintegrasikan sensor MAX30100 untuk memantau detak jantung, tekanan darah, dan saturasi oksigen secara real-time, serta mengirim data otomatis ke Google Sheet via modul ESP32. Pengujian awal pada lima ibu hamil di Rumah Sakit Rahman Rahim menunjukkan sistem berfungsi optimal selama 10-15 menit per sesi kontraksi.
Mengapa Teknologi Ini Mengubah Praktik Kebidanan
Pendekatan ini menggantikan pijatan manual dengan getaran 40-80 Hz yang aman dan memicu pelepasan endorfin untuk relaksasi. Integrasi Internet of Things (IoT) meminimalkan pencatatan manual, meningkatkan akurasi rekam medis elektronik, dan mendukung pengambilan keputusan klinis cepat. Di Indonesia, inovasi seperti ini selaras dengan tren digitalisasi kebidanan, termasuk e-Partograf dan rekam medis berbasis kompetensi.
Konteks Global: Kampanye WHO 2025
Hari Kesehatan Sedunia 2025 menekankan “Awal yang Sehat, Masa Depan Penuh Harapan” untuk mengurangi kematian ibu dan bayi baru lahir melalui perawatan holistik sebelum, selama, dan pasca persalinan. Tren ini mencakup penanganan kesehatan mental, penyakit tidak menular, dan keluarga berencana, di mana teknologi non-farmakologis seperti akupresur digital berperan besar. Di Indonesia, program Kementerian Kesehatan seperti Pengampuan KIA menargetkan penurunan stunting dan angka kematian maternal melalui optimalisasi fasilitas digital.
Manfaat Praktis bagi Ibu Hamil dan Bidan
- Relaksasi Instan: Getaran rendah kurangi stres kontraksi tanpa obat, aman untuk ibu dan janin.
- Pemantauan Akurat: Sensor deteksi vital signs dengan LCD display, kurangi kesalahan manusia hingga 21% dibanding alat standar.
- Efisiensi Klinis: Data real-time integrasikan dengan sistem rumah sakit, percepat respons darurat.
- Akses Luas: Potensi adopsi di klinik mitra Pekanbaru untuk pengabdian masyarakat.
Inovasi ini membuka era kebidanan digital yang empati dan presisi, siap diterapkan di lembaga seperti DHPKU untuk lulusan kompetitif.



Leave a Reply