Indonesia sedang berperang melawan “silent killer” yang mengancam generasi muda: angka kematian ibu tinggi dan stunting yang membandel. Setiap jam, satu ibu meninggal karena komplikasi persalinan, sementara stunting masih menggerogoti 19,8% balita nasional.
Krisis Kematian Ibu: 189 per 100.000 Kelahiran
Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia capai 189 per 100.000 kelahiran hidup, jauh dari target SDGs, dengan penyebab utama perdarahan, infeksi, dan preeklamsia. Keterlambatan diagnosis jadi biang kerok utama, terutama di daerah terpencil di mana bidan jadi garda terdepan tapi kekurangan dukungan dokter. Bayi pun terdampak, dengan AKB 17 per 1.000 kelahiran hidup.
Stunting Bandel: Ancaman Generasi Emas
Prevalensi stunting turun ke 19,8%, tapi target 2025 hanya 18,8% masih terancam, dipicu anemia ibu hamil 48,9% dan sanitasi buruk. Underweight kini jadi tantangan baru, sementara kebutuhan bidan nasional 558.005 orang hanya terpenuhi separuh. Remaja hamil (26,6 per 1.000) tambah rumit akses layanan RMNCAH.
Solusi Heroik dari DHPKU Pekanbaru
Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru (DHPKU) siap jadi pahlawan dengan kurikulum praktik langsung, klinik lapangan, dan pengabdian masyarakat untuk tekan AKI-AKB serta stunting. Mahasiswa DHPKU dilatih tangani darurat kebidanan di fasilitas mitra Pekanbaru, lengkap konseling karir dan inovasi bidan muda. Kolaborasi dengan program Kemenkes seperti 8 kali ANC mulai 2026 akan diperkuat melalui pelatihan kompetensi bidan DHPKU.
DHPKU ajak generasi muda jadi bidan superhero: daftar sekarang, selamatkan ibu dan anak Indonesia dari krisis 2025!



Leave a Reply