Bidan Mobile DHPKU Selamatkan Ibu Hamil Terisolasi 2025

·

·

Banjir bandang Desember 2025 isolasi Pekanbaru dan Riau, hambat akses RS dengan AKI nasional 305/100.000 kelahiran hidup, picu perdarahan postpartum naik 25% di daerah lumpuh logistik.

Krisis Maternal Riau: Banjir + Kekurangan Bidan Daerah

Banjir Sumatra terendam 40 ribu hektare lahan, isolasi 379 KK Pekanbaru tanpa jalan darat, tingkatkan risiko kematian ibu akibat hipertensi dan sepsis saat rujukan darurat mustahil. Indonesia butuh 558.000 bidan tapi hanya 344.928 aktif, surplus kota tapi defisit pedesaan seperti Riau pascabencana. Ibu hamil terlantar jadi bom waktu saat cadangan pangan dan obat terganggu.​​

Bidan Overload: Skill Gap Hadapi Bencana Modern

Bidan lokal hadapi fasilitas minim, kurang pelatihan telemedicine, dan beban psikologis tinggi pasca-trauma banjir, sementara angka kematian bayi IMR Aceh-Riau stagnan di atas target SDG. Di Pekanbaru, praktik klinik terhenti karena akses sulit, tapi kebutuhan layanan mobile dan inovasi digital mendesak untuk cegah peningkatan AKI 2025.

DHPKU Pekanbaru: Vokasi Bidan Anti-Banjir Siap Kerja

Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru latih bidan kompeten via praktik klinik mitra RS, pengabdian masyarakat, dan penelitian inovasi untuk kesehatan ibu-anak di zona bencana. Kurikulum berbasis teknologi, konseling karier, dan alumni seperti Siti Rahmawati kuasai praktik lapangan tangguh Riau. Kemitraan fasilitas kesehatan siapkan lulusan mobile bidan isi kekurangan nasional.

Taktik Bidan DHPKU Lawan Isolasi Banjir

  • Drone Medis Persalinan: Antar obat darurat dan monitor hamil remote ke desa terisolasi Pekanbaru.
  • Klinik Bergerak Posko: Praktik postpartum di tenda BNPB, cegah perdarahan via pelatihan DHPKU.
  • Telehealth Reproduksi: App konsultasi bidan atasi overload RS pasca-logistik terganggu.

DHPKU bentuk bidan hati teguh selamatkan generasi pascabencana Indonesia.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *