Pandemi COVID-19 secara permanen mengubah cara layanan kesehatan disampaikan, mempercepat adopsi teknologi. Dalam praktik kebidanan, Tele-Midwifery (pelayanan kebidanan jarak jauh) menjadi solusi krusial untuk memastikan ibu hamil dan pasca-melahirkan tetap mendapatkan pemantauan dan edukasi yang berkualitas, terutama di daerah dengan akses terbatas.
Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru (Akbid Dharma Husada PKU) telah merespons perubahan ini dengan mengintegrasikan Inovasi Digital dan Tele-Midwifery ke dalam kurikulumnya. Institusi ini berkomitmen menghasilkan Ahli Madya Kebidanan yang mahir menggunakan teknologi untuk memberikan Asuhan Kebidanan yang efektif, personal, dan evidence-based.
Tiga Keunggulan Digital Lulusan Akbid Dharma Husada PKU
Lulusan Akbid Dharma Husada dibekali dengan keterampilan digital yang membedakan mereka sebagai bidan modern:
1. Pelayanan Tele-Midwifery yang Efektif dan Beretika
Tele-Midwifery bukan sekadar panggilan telepon, tetapi membutuhkan protokol yang ketat dan etika profesional.
- Konsultasi Jarak Jauh: Mahasiswa dilatih untuk melakukan anamnesis (wawancara riwayat kesehatan) dan monitoring jarak jauh melalui video call atau aplikasi khusus. Ini sangat krusial untuk memantau tanda-tanda bahaya kehamilan ringan dan kondisi pasca-melahirkan tanpa perlu tatap muka fisik.
- Etika dan Privasi Data: Lulusan memahami etika komunikasi digital dan pentingnya menjaga kerahasiaan data pasien (privasi), memastikan pelayanan online tetap profesional dan aman.
2. Pemanfaatan Aplikasi Digital untuk Record Keeping dan Edukasi
Kecakapan digital mencakup penggunaan aplikasi yang efisien untuk manajemen data dan pendidikan pasien.
- Pencatatan Elektronik (E-Rekam Medis): Mahasiswa diajarkan cara mengelola Rekam Medis Elektronik (RME) dan kartu KIA digital. Hal ini memudahkan pelacakan riwayat kesehatan ibu hamil dan balita secara akurat, mendukung integrasi data antar fasilitas kesehatan.
- Konten Edukasi Interaktif: Lulusan mampu membuat konten edukasi kesehatan (misalnya, video singkat tentang senam hamil atau tutorial pijat bayi) yang menarik dan informatif, disampaikan melalui media sosial atau aplikasi pesan instan, menjangkau ibu muda secara efektif.
3. Kolaborasi Antarprofesi Digital
Di masa depan, bidan akan berkolaborasi dengan dokter, ahli gizi, dan psikolog melalui platform digital.
- Virtual Case Discussion: Mahasiswa dilatih mengikuti simulasi diskusi kasus virtual dengan tim multidisiplin. Hal ini mengasah kemampuan komunikasi antarprofesi dan pengambilan keputusan klinis bersama-sama meskipun tidak berada di ruangan yang sama.
- Jejaring Rujukan Cepat: Bidan diajarkan membangun jejaring rujukan digital yang efisien, memungkinkan penanganan kegawatdaruratan atau masalah kesehatan mental (tele-konsultasi) dapat dilakukan dengan cepat.



Leave a Reply