Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal yang kian umum menyerang wanita usia produktif, terutama di lingkungan perkotaan. PCOS ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, kelebihan hormon androgen (menyebabkan jerawat atau pertumbuhan rambut berlebih), dan kista kecil pada ovarium. Permasalahan hari ini adalah: banyak wanita tidak menyadari mereka menderita PCOS hingga mereka mengalami kesulitan hamil. Gaya hidup modern, stres, dan pola makan tidak sehat dianggap sebagai pemicu utama.
Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru (Akbid Dharma Husada PKU) menyadari bahwa bidan modern harus menjadi ahli deteksi dini dan edukator gaya hidup. Kami berkomitmen menghasilkan lulusan yang mampu mengenali gejala PCOS sejak remaja dan memberikan konseling gaya hidup evidence-based, membantu wanita mengelola kondisi ini demi menjaga kesuburan dan kualitas hidup mereka.
Tiga Kompetensi Bidan Lulusan Akbid Dharma Husada dalam Penanganan PCOS
Lulusan Akbid Dharma Husada dilatih untuk menangani PCOS melalui pendekatan holistik dan preventif:
1. Deteksi Dini pada Remaja dan Wanita Muda
PCOS paling efektif ditangani jika didiagnosis lebih awal, sebelum terjadi kerusakan jangka panjang pada kesuburan.
- Skrining Siklus Menstruasi: Bidan dilatih untuk secara rutin melakukan skrining siklus menstruasi yang tidak teratur pada remaja dan wanita muda yang datang ke klinik atau layanan Puskesmas. Siklus yang sangat panjang atau jarang adalah tanda bahaya utama.
- Wawancara Gaya Hidup: Mampu melakukan wawancara mendalam mengenai pola makan (tinggi gula/karbohidrat olahan) dan tingkat aktivitas fisik, mengidentifikasi faktor risiko yang terkait dengan obesitas dan resistensi insulin—dua pemicu utama PCOS.
2. Konseling Gaya Hidup dan Manajemen Berat Badan
PCOS seringkali dapat dikelola secara signifikan melalui perubahan gaya hidup, dan ini menjadi tugas utama bidan.
- Edukasi Nutrisi Khusus: Bidan memberikan edukasi nutrisi yang disesuaikan (misalnya, diet rendah indeks glikemik) untuk membantu pasien menurunkan berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang merupakan kunci untuk mengatur kembali siklus hormonal.
- Advokasi Aktivitas Fisik: Mendorong pasien untuk melakukan olahraga teratur dan membangun kebiasaan hidup aktif untuk melawan dampak buruk gaya hidup sedentari yang umum di perkotaan.
3. Jaringan Rujukan dan Dukungan Kesuburan
PCOS adalah kondisi yang membutuhkan manajemen jangka panjang dan kolaborasi antarprofesi.
- Protokol Rujukan: Bidan dilatih untuk mengetahui secara tepat kapan pasien harus dirujuk ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Obgyn) atau ahli gizi untuk konfirmasi diagnosis dan penanganan medis lebih lanjut.
- Dukungan Psikologis: Menyadari bahwa PCOS sering memicu kecemasan dan masalah citra diri (body image), bidan memberikan dukungan emosional dan konseling awal, serta merujuk pasien ke psikolog bila diperlukan.



Leave a Reply