Peran Bidan sebagai Konselor dan Agen Trauma Healing bagi Korban Kekerasan Berbasis Gender

·

·

Kekerasan Berbasis Gender (KBG) adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius dan dampaknya meluas, tidak hanya pada luka fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan reproduksi korban. Bidan, sebagai petugas kesehatan perempuan yang paling sering berinteraksi dengan wanita di komunitas, memiliki posisi unik dan kritis sebagai garda terdepan untuk identifikasi, konseling, dan rujukan korban KBG.

Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru menyadari bahwa peran bidan telah berkembang melampaui asuhan klinis. Kami membekali lulusan D-III Kebidanan dengan keterampilan psikososial untuk menjadi agen Trauma Healing dan advokat bagi hak-hak perempuan.


1. Identifikasi dan Skrining Sensitif

Korban KBG seringkali enggan bicara karena rasa malu atau takut. Bidan Dharma Husada dilatih untuk mengidentifikasi tanda bahaya secara diskret dan etis:

  • Tanda Fisik dan Non-Spesifik: Mengenali pola cedera fisik yang berulang atau tidak konsisten dengan cerita korban, serta keluhan kesehatan non-spesifik seperti sakit kepala kronis atau gangguan tidur yang mungkin merupakan manifestasi trauma psikologis.
  • Kerahasiaan dan Kepercayaan: Mahasiswa diajarkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan menjamin kerahasiaan mutlak, mendorong korban untuk terbuka tanpa rasa dihakimi. Pertanyaan skrining harus diajukan secara sensitif, terpisah dari pasangan atau keluarga.

2. Memberikan Bantuan Psikologis Awal (Psychological First Aid/PFA)

Setelah identifikasi, peran bidan adalah menstabilkan kondisi emosional korban dan memberikan dukungan awal:

  • Mendengarkan Aktif: Memberikan waktu dan ruang bagi korban untuk berbicara (atau diam), tanpa memaksa atau memberi saran yang menghakimi. Ini adalah langkah pertama dalam proses trauma healing.
  • Validasi Emosi: Mengakui dan memvalidasi perasaan korban (takut, marah, sedih) dan meyakinkan mereka bahwa reaksi tersebut normal dalam menghadapi trauma.
  • Informasi dan Rujukan: Memberikan informasi yang jelas tentang hak-hak korban dan menyediakan daftar sumber daya rujukan (seperti Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak/P2TP2A atau psikolog/psikiater).

3. Asuhan Holistik untuk Kesehatan Reproduksi

KBG seringkali berdampak langsung pada kesehatan reproduksi, termasuk risiko IMS, kehamilan tidak direncanakan, atau disfungsi seksual.

  • Konseling Komprehensif: Bidan memberikan konseling kesehatan reproduksi yang berfokus pada pemulihan fisik dan mental, termasuk post-exposure prophylaxis (PEP) jika diperlukan, dan dukungan kontrasepsi yang sesuai pilihan korban.
  • Pendampingan Hukum dan Sosial: Bidan juga dibekali pengetahuan dasar tentang alur pelaporan hukum dan peran mereka dalam pencatatan dan dokumentasi medis (visum et repertum) untuk mendukung proses keadilan.

AKBID Dharma Husada Pekanbaru mencetak bidan yang bukan hanya penyembuh tubuh, tetapi juga penyembuh jiwa, siap menjadi pahlawan yang memperjuangkan martabat dan hak-hak perempuan di masyarakat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *