Dalam praktik kebidanan, setiap detik sangat berharga, terutama ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan maternal dan neonatal (ibu dan bayi). Kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama pada kasus henti napas atau henti jantung, yang dikenal sebagai Basic Life Support (BLS), bukan lagi keterampilan tambahan—melainkan kompetensi wajib yang harus dikuasai oleh setiap bidan.
Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru menempatkan pelatihan BLS sebagai inti dari kurikulum kami. Kami mencetak bidan yang siap bertindak cepat, akurat, dan efektif di saat-saat paling kritis, memastikan angka keselamatan ibu dan bayi meningkat.
1. Kapan Keterampilan BLS Bidan Diuji?
Bidan adalah tenaga kesehatan pertama yang seringkali berada di tempat kejadian saat terjadi komplikasi. Situasi yang menuntut reaksi BLS meliputi:
- Henti Jantung atau Napas pada Ibu: Dapat terjadi akibat perdarahan hebat (postpartum hemorrhage), pre-eklamsia berat, atau komplikasi anestesi. Bidan harus segera melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada ibu dewasa.
- Asfiksia Neonatorum (Bayi Tidak Bernapas): Kondisi saat bayi baru lahir tidak mampu bernapas spontan. Bidan harus menguasai langkah-langkah Resusitasi Neonatus sesuai standar yang cepat dan terukur.
- Tersedak atau Syok: Penanganan awal pada ibu atau bayi yang mengalami syok anafilaktik atau tersedak benda asing, memerlukan intervensi BLS yang cepat sebelum bantuan medis lanjutan tiba.
2. Pelatihan Hands-On di AKBID Dharma Husada
Mahasiswa kami mendapatkan pelatihan BLS yang intensif dan realistis:
- Prinsip Dasar DRSA: Mahasiswa dilatih untuk selalu mengikuti urutan penanganan gawat darurat: Danger (Aman Diri, Lingkungan, Pasien), Response (Cek Kesadaran), Shout for help (Minta Bantuan), Airway/Breathing/Circulation (Jalan Napas, Napas, Sirkulasi).
- Latihan RJP dengan Manikin: Menguasai kedalaman, kecepatan, dan rasio kompresi dada yang benar pada manikin dewasa dan bayi. Keakuratan teknik ini sangat menentukan keberhasilan resusitasi.
- Penguasaan Peralatan Sederhana: Mahasiswa dilatih menggunakan perangkat BLS dasar seperti Bag-Valve-Mask (BVM) atau ambu bag untuk memberikan ventilasi buatan secara efektif.
3. BLS sebagai Jembatan menuju Bantuan Lanjutan
Keterampilan BLS bidan berfungsi sebagai jembatan emas yang menjaga fungsi vital (otak, jantung) pasien tetap berjalan sampai tim kegawatdaruratan atau sistem rujukan yang lebih kompleks tiba. Tanpa BLS yang cepat dan tepat dari bidan, peluang kesembuhan pasien gawat darurat (terutama neonatus) akan menurun drastis.
AKBID Dharma Husada Pekanbaru memastikan setiap lulusan memiliki Sertifikasi BLS, menjamin bahwa mereka adalah petugas kesehatan yang kompeten, siap menghadapi tantangan terbesar di ruang persalinan.



Leave a Reply