Bidan sebagai Kunci Pencegahan Stunting Sejak Remaja Putri

·

·

Stunting (kondisi gagal tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronis) adalah masalah kesehatan masyarakat yang menghambat potensi sumber daya manusia Indonesia. Pencegahannya tidak dimulai saat bayi lahir, melainkan jauh sebelumnya, yaitu pada 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dimulai sejak masa pra-kehamilan. Dalam rantai pencegahan yang kompleks ini, Bidan memegang peran vital sebagai edukator utama di komunitas.

Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru menyadari peran ini dan mempersiapkan lulusan D-III Kebidanan untuk menjadi agen pencegahan stunting yang kompeten dan holistik, dimulai dari ibu, remaja, hingga anak.

1. Fokus Kritis: Remaja Putri dan Pra-Kehamilan

Bidan Dharma Husada dilatih untuk mengintervensi sebelum kehamilan terjadi. Fokus utama adalah pada remaja putri:

  • Pencegahan Anemia: Anemia pada remaja putri berisiko tinggi menyebabkan Kurang Energi Kronis (KEK) saat hamil, yang merupakan faktor risiko utama stunting. Bidan memberikan edukasi intensif tentang konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan makanan kaya zat besi.
  • Edukasi Gizi Seimbang: Mengajarkan remaja tentang kebutuhan gizi spesifik mereka untuk mencapai status gizi optimal sebelum merencanakan kehamilan.
  • Usia Ideal Kehamilan: Memberikan konseling tentang pentingnya menunda kehamilan hingga usia yang matang (di atas 20 tahun) untuk memastikan organ reproduksi siap menopang janin.

2. Peran Bidan dalam 1000 Hari Emas

Selama kehamilan dan masa kanak-kanak awal, bidan memastikan rantai gizi tidak terputus:

  • Asuhan Ibu Hamil (ANC) Holistik: Melakukan pengukuran antropometri rutin pada ibu hamil (LILA) dan memberikan Suplemen Gizi yang diperlukan.
  • Konseling ASI Eksklusif dan MP-ASI: Bidan menjadi konselor utama dalam mendorong pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan pertama dan mengajarkan pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang padat gizi (kaya protein hewani) untuk mencegah wasting dan stunting pada balita.
  • Pemantauan Tumbuh Kembang: Menguasai cara pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala bayi secara akurat dan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk deteksi dini penyimpangan pertumbuhan.

3. Kolaborasi Data dan Komunitas

Keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi. Bidan Dharma Husada diajarkan untuk:

  • Penggunaan Data: Merekam dan menganalisis data stunting di wilayah kerja mereka, mengidentifikasi keluarga yang paling berisiko, dan merancang intervensi yang tepat sasaran.
  • Pemberdayaan Posyandu: Mengaktifkan peran kader Posyandu sebagai perpanjangan tangan edukasi di masyarakat, memperluas jangkauan pesan gizi dan kesehatan.

AKBID Dharma Husada Pekanbaru mencetak bidan yang bukan sekadar pelayan, tetapi arsitek kesehatan yang berinvestasi pada kualitas generasi penerus bangsa sejak dini.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *