Di masa lalu, profesi bidan seringkali hanya diukur dari kemampuan klinisnya dalam menolong persalinan. Namun, bidan modern harus memiliki keahlian yang jauh lebih luas, termasuk pemahaman mendalam tentang kesehatan mental—baik pasien maupun dirinya sendiri.
Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru menyadari bahwa proses kehamilan, persalinan, dan masa remaja adalah periode dengan kerentanan mental yang tinggi. Oleh karena itu, kami mencetak lulusan D-III Kebidanan yang mampu memberikan pelayanan holistik—menyentuh aspek fisik (raga) dan psikologis (jiwa).
1. Bidan sebagai Penjaga Kesehatan Mental Ibu dan Keluarga
Peran bidan kini mencakup deteksi dini dan dukungan psikologis:
- Deteksi Dini Depresi Pasca-Persalinan (Postpartum Depression): Mahasiswa dilatih menggunakan instrumen screening sederhana untuk mengidentifikasi gejala depresi pada ibu nifas, dan tahu cara merujuk atau memberikan dukungan awal yang tepat.
- Konseling Kehamilan: Memberikan edukasi yang menenangkan dan dukungan emosional kepada ibu hamil yang cemas atau memiliki riwayat trauma, memastikan kehamilan berjalan dalam kondisi mental yang stabil.
- Dukungan Keluarga: Melibatkan suami dan keluarga dalam proses asuhan, menekan bahwa kesehatan mental ibu adalah tanggung jawab bersama.
2. Kesehatan Mental Remaja: Fokus Utama
Sesuai dengan peran Bidan Komunitas, lulusan AKBID Dharma Husada juga fokus pada kesehatan mental remaja yang terhubung erat dengan kesehatan reproduksi:
- Penanganan Kecemasan Remaja: Mampu menjadi konselor yang nyaman diajak bicara tentang isu-isu pubertas, citra diri, dan tekanan sosial yang memengaruhi kesehatan reproduksi mereka.
- Edukasi Self-Care: Mendorong praktik self-care dan membangun ketahanan mental pada remaja sebagai langkah pencegahan masalah kesehatan jiwa.
3. Merawat Bidan: Mental Health Taruna/Taruni
Kami percaya bahwa bidan yang sehat mentalnya akan memberikan pelayanan yang optimal. AKBID Dharma Husada berkomitmen pada kesehatan jiwa mahasiswa:
- Pelatihan Pengelolaan Stres: Mengingat tingginya tekanan dalam studi kebidanan, mahasiswa dibekali teknik manajemen stres, mindfulness, dan coping mechanism yang sehat.
- Etika Empati: Menekankan bahwa empati terhadap pasien harus diimbangi dengan batas profesionalisme yang sehat agar tidak mengalami burnout (kelelahan emosional).
Lulusan kami siap menjadi profesional di fasilitas kesehatan Pekanbaru dan Riau, membawa keahlian klinis (D-III Kebidanan) dan kepekaan psikologis—melayani dengan tangan terampil dan hati yang sehat.



Leave a Reply