Di tengah pasar tradisional Pekanbaru di mana ramuan Melayu turun-temurun rawat nifas, lulusan Akademi Kebidanan Dharma Husada (DHPKU) integrasikan wearable sensor untuk pantau kontraksi real-time, tekan angka kematian maternal Riau 15% via inovasi lokal.
Klinik Lapangan: Ramuan Adat + AI Gizi Nifas
Praktikum DHPKU di mitra RS Pekanbaru gabung jamu Melayu dengan app AI analisis gizi pasca-melahirkan, adaptasi praktik bidan desa seperti Siti Rahmawati angkatan 2023 yang kini layani komunitas.
Pengabdian masyarakat ulang kunjungan desa, riset dampak herbal lokal pada laktasi, skalabel untuk stunting Riau.
Repeatable: setiap angkatan tiru protokol riset, dosen pandu publikasi jurnal muda.
Inovasi Muda: VR Persalinan Trauma-Free
Penelitian bidan muda DHPKU tes VR simulasi persalinan minim trauma, inspirasi global tapi lokal dengan elemen budaya Riau seperti doa adat, kurangi anxiety 40% pada ibu primipara.
Fasilitas lab modern dukung kolaborasi mitra klinik untuk prototipe app nifas tracker.
Repeatable: program inovasi tahunan, mahasiswa pitch ide ke RS mitra untuk funding.
Testimoni Hidup: Dari Kampus ke Desa Riau
Siti Rahmawati cerita: “Praktik langsung ubah saya jadi bidan empati, dari teori ke pengabdian nyata.”
Alumni bimbing konseling karier, bantu junior magang RS Pekanbaru, bentuk jaringan bidan Melayu digital.
Repeatable: forum alumni bulanan bagikan kisah, rekrut via template suara mereka.
Roadmap Karier: Dari Mahasiswa ke Leader Kesehatan
Proses belajar DHPKU 3 langkah—daftar, konsultasi, mulai—siapkan bidan kompeten via kurikulum teknologi dan etika, jawab kekurangan SDM kesehatan ibu Riau.
Bimbingan karir hubungkan ke RS mitra, dorong lulusan pimpin klinik komunitas.
Repeatable: update modul berbasis tren nasional, pengabdian lapangan jadi portofolio wajib.



Leave a Reply