Kemenkes naikkan Antenatal Care (ANC) menjadi 8 kali mulai 2026 sesuai standar WHO, lengkap 2 USG, untuk tekan AKI-AKB yang capai 30 ribu kasus tahunan di Indonesia. Strategi ini gabungkan deteksi dini prematuritas, rujukan cepat ke RS tipe B/C, dan pembangunan 66 RS vertikal. Di Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru, praktik klinik dan pengabdian masyarakat siapkan bidan terapkan kebijakan ini.
Kebijakan ANC 8 Kali 2026
Pemeriksaan ANC naik dari 6 menjadi 8 kali selama 9 bulan kehamilan, dengan USG minimal 2 kali via 10 ribu puskesmas. Tujuannya cegah komplikasi seperti prematur, kurangi kematian ibu di atas rata-rata ASEAN. Bidan peran kunci identifikasi risiko awal dan rujukan langsung.
- Distribusi USG ke puskesmas tingkatkan akses deteksi dini.
- Target selesai 66 RS vertikal: 32 groundbreaking, sisanya 2026-2027.
- Integrasi data untuk penanganan tepat fasilitas.
Inovasi Teknologi Pendukung
e-Partograf dan akupresur digital kurangi nyeri persalinan non-farmakologis via IoT, tingkatkan akurasi monitoring. Tren 2026 sertakan telemedicine dan SMR untuk asuhan kebidanan kolaboratif. Fasilitas lab modern DHPKU dukung mahasiswa kuasai inovasi ini.
Tantangan dan Strategi Nasional
AKI-AKB tetap tinggi; strategi tingkatkan akses, kualitas layanan, dan partisipasi masyarakat. Program pengampuan KIA optimalisasi RS rujukan, tekan stunting. Alumni DHPKU berkontribusi via pengabdian dan riset ibu-anak.
Peran Bidan di Era Baru
Bidan 2026 harus kompeten digital, empati, dan inovatif untuk Indonesia Emas 2045. Konseling karir DHPKU bantu lulusan hadapi tuntutan profesi. Kebijakan ini wujudkan bidan sebagai garda terdepan kesehatan ibu-anak



Leave a Reply