Melawan Stunting dan Kematian Ibu di Indonesia 2025

·

·

Indonesia menghadapi krisis kesehatan ibu dan anak yang mendesak, dengan angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup serta prevalensi stunting balita di 19,8%. Meski ada penurunan, target nasional 18,8% stunting dan penurunan kematian bayi masih jauh, terutama di provinsi seperti Jawa Barat dan Riau akibat akses layanan terbatas.​

Ancaman Nyata yang Mengintai
Stunting memengaruhi 4,4 juta balita, menghambat perkembangan otak dan produktivitas masa depan generasi muda. Kematian ibu dan bayi naik menjadi ribuan kasus tahunan, dipicu keterlambatan diagnosis, infrastruktur kurang, serta persalinan remaja tinggi di 26,6 per 1.000 gadis usia 15-19 tahun. Di Riau, tantangan serupa muncul karena beban gizi buruk dan sanitasi lemah, memperburuk situasi lokal.​

Peran Bidan sebagai Penyelamat
Bidan profesional menjadi kunci solusi melalui pemeriksaan antenatal care (ANC) yang ditingkatkan menjadi 8 kali mulai 2026, sesuai rekomendasi WHO. Mereka tangani pencegahan dini, edukasi gizi, dan persalinan aman, kurangi sectio caesarea medikalisasi berlebih. Program lintas sektor seperti pengabdian masyarakat efektif tekan kematian nifas dan stunting.​

DHPKU: Melahirkan Bidan Tangguh Pekanbaru
Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru (DHPKU) siapkan lulusan siap medan melalui kurikulum berbasis praktik klinik mitra rumah sakit lokal dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa latih inovasi penelitian ibu-anak serta bimbingan karir, hasilkan bidan empati hadapi tantangan Riau seperti stunting tinggi. Fasilitas modern dan jaringan alumni kuat pastikan kontribusi nyata bagi Riau sehat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *