Saat Bidan Muda Menjadi Garda Terdepan di Tengah Lonjakan Kematian Ibu dan Stunting

·

·

Data nasional menunjukkan kematian ibu masih di atas empat ribu kasus per tahun, dengan angka sekitar 140 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, sehingga Indonesia masih termasuk negara dengan AKI tinggi di dunia. Penyebab utamanya antara lain perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, kurang energi kronik, serta keterlambatan penanganan di fasilitas kesehatan.

Di sisi lain, prevalensi stunting nasional memang turun menjadi 19,8%, tetapi angka ini masih setara lebih dari 4,4 juta balita yang tumbuh tidak optimal dan target 18,8% pada 2025 masih cukup jauh. Enam provinsi besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, NTT, dan Banten menyumbang populasi balita stunting terbesar sehingga membutuhkan tenaga kesehatan komunitas yang kuat.

Tantangan berat bidan di lapangan

Bidan menjadi tulang punggung pelayanan ibu dan anak karena mengelola sebagian besar persalinan di Indonesia, terutama di tingkat primer dan desa. Namun mereka sering menghadapi keterbatasan fasilitas, distribusi tenaga yang tidak merata, perubahan kebijakan yang cepat, serta kendala budaya dan stigma yang membuat sebagian ibu enggan mengakses layanan kebidanan.

Di daerah terpencil, bidan berhadapan dengan akses transportasi sulit, sarana medis minim, dan beban kerja tinggi karena harus menangani pemantauan kehamilan, persalinan, nifas, serta edukasi gizi dan KB sekaligus. Kondisi ini membuat kebutuhan akan bidan muda yang kompeten, tangguh, dan peka terhadap konteks sosial budaya menjadi semakin mendesak.

Peran strategis DHPKU di tengah krisis

DHPKU memposisikan diri sebagai lembaga yang menjamin kualitas pendidikan kebidanan dengan kurikulum berbasis kompetensi, praktik klinik, dan pengabdian masyarakat yang kuat. Mahasiswi tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung di fasilitas kesehatan mitra dan komunitas, sehingga terlatih menangani kasus nyata ibu dan anak di lapangan.

Layanan pendidikan seperti pelatihan klinik & laboratorium, penelitian bidan muda, konseling karier, dan kerja sama rumah sakit/klinik membuat lulusan siap menghadapi tantangan AKI tinggi dan stunting di berbagai daerah. Pendekatan ini sejalan dengan agenda nasional “save mother, save the nation” yang menempatkan bidan sebagai ujung tombak penguatan layanan primer.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *