Bidan Garda Depan Lawan Stunting dan Hoaks Kesehatan Ibu

·

·

Laporan terbaru menunjukkan prevalensi stunting nasional telah turun ke sekitar 19,8% pada 2024, namun angka ini masih jauh dari target jangka panjang sehingga isu gizi ibu hamil dan balita tetap menjadi perhatian utama sampai 2029. Pemerintah menargetkan penurunan lebih agresif beberapa tahun ke depan, yang berarti peran tenaga kebidanan dalam edukasi gizi, pemantauan kehamilan, dan pendampingan keluarga menjadi semakin strategis.

Berbagai kebijakan baru disiapkan, termasuk penguatan kunjungan antenatal, integrasi layanan PAUD holistik untuk mendukung tumbuh kembang anak, dan kampanye pencegahan stunting yang melibatkan tenaga kesehatan di tingkat komunitas. Akademi kebidanan dipandang sebagai mitra penting karena mencetak bidan muda yang akan langsung bersentuhan dengan ibu hamil, bayi, dan keluarga di lini terdepan.

Hoaks Kehamilan, Mitos ASI, dan Kebingungan Keluarga

Di sisi lain, 2025 kembali diwarnai beredarnya hoaks seputar bansos ibu hamil, imunisasi, serta informasi palsu tentang kehamilan dan ASI yang menyebar cepat melalui pesan berantai dan media sosial. Contohnya, tautan palsu pendaftaran bantuan sosial ibu hamil dan klaim menyesatkan tentang bahaya imunisasi atau frekuensi USG, yang dapat membuat ibu ragu mengakses layanan kesehatan formal.

Media kesehatan juga menyoroti banyaknya mitos lama yang masih dipercaya, seperti pantangan makanan bergizi tertentu, larangan aktivitas fisik yang sebenarnya aman, hingga salah paham tentang menyusui saat ibu sakit. Tanpa pendampingan tenaga kesehatan yang komunikatif, misinformasi ini berpotensi mengganggu status gizi ibu dan bayi serta memperlambat upaya penurunan stunting.

Ruang Peran Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru

Dengan fokus pada pembelajaran berbasis praktik, penelitian, dan pengabdian masyarakat, Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru sangat relevan mengangkat tema bidan sebagai garda depan penurunan stunting dan penangkal hoaks kesehatan. Layanan pendidikan, pelatihan klinik, penelitian bidan muda, hingga konseling dan bimbingan karier memberi fondasi bagi mahasiswa untuk menjadi bidan yang kompeten secara klinis sekaligus kuat dalam komunikasi dan literasi kesehatan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *