Solusi Lapangan untuk Generasi Indonesia Hilang

·

·

Stunting masih menjadi bom waktu kesehatan nasional Indonesia pada 2025, memengaruhi hampir 20% anak di bawah lima tahun dan menghambat potensi generasi masa depan. Kesenjangan akses layanan ibu-anak di daerah terpencil memperburuk situasi ini, di mana infrastruktur pendidikan dan kesehatan minim, sementara angka kematian ibu tetap tinggi.

Krisis Nyata di Tengah Anggaran Besar

Meski anggaran pendidikan dan kesehatan mencapai 20% APBN, pengelolaannya tidak efisien, dengan dana lebih banyak terserap operasional daripada inovasi seperti pencegahan stunting terintegrasi. Di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), anak-anak berjalan jam-jam untuk sekolah tanpa guru tetap atau fasilitas, sementara stunting melemahkan kemampuan belajar mereka. Bidan menjadi kunci utama di sini, bukan hanya untuk persalinan tapi juga edukasi gizi ibu hamil dan pemantauan anak dini.

Peran Bidan Profesional dari DHPKU

Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru (DHPKU) menjawab tantangan ini melalui kurikulum berbasis kompetensi, praktik klinik langsung di mitra rumah sakit, dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa dilatih inovasi seperti penelitian bidan muda untuk deteksi stunting dini, plus konseling karir agar siap kerja di lapangan sulit.

Langkah Praktis Menuju Indonesia Bebas Stunting

Proses belajar di DHPKU sederhana: daftar online, konsultasi, lalu langsung praktik klinik dan pengabdian. Lulusan seperti Siti Rahmawati angkatan 2023 sudah membuktikan pengalaman nyata membentuk bidan empatik dan tangguh. Dengan pendekatan ini, DHPKU tidak hanya cetak bidan, tapi penggerak perubahan kesehatan ibu-anak di era krisis saat ini.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *